sugeng RAWUH TENG WEB LARE MBANYUMASAN>> - mata kuliah dari pemulung
  serat tamu/guest book
  MISKIN HATI TAK HARUS MATI
  orang2 shaleh
  sakit kepala??
  my slide foto
  MENDOAN....!!!
  guyon
  sinau
  sound on blog
  wujudkan impianmu
  tempat rehabilitasi narkoba
  tentang aku
  humor abis
  gado-gado aja
  bidadari
  renungan...(ingat lah ortu)
  JA MIE BON (CERPEN)
  >cari tambahan..?
  buat blog yuk
  kesedihanku
  sadarku
  from santie
  Penyesalan
  Dalam diamku
  Wôñk ñðê$ýo
  Understimit man(gôên arwana)
  SEPI...
  serba serbi penting
  serba serbi lagi
  Counter
  from ayu FS
  pagi yang cerah
  tausiyah...
  hikmah hari ini
  tausiyah(saking kanca)
  bayi cewekORcowok
  tausiyah 4 ortu
  ga liqo ga untung
  refleksi diri
  iman..
  Anganku
  rahasia kesuksesan/live musick
  pentingnya AQIDAH
  aqidah islamiyah
  AQIDAH???
  pemurnian AQIDAH
  pusiiing
  taqwa.com
  muroqobah
  taklim..?
  upzzZZ
  budaya banyumas
  lelaki sholeh
  renungan QOLBU
  ebook gratiss
  Poligami??
  SBLM KITA MENINGGAL
  ujian keimanan
  keputusan terbaik
  mata kuliah dari pemulung
  lagu2 midi asyik
  cerita dari temen
  puisi cinta
  sebuah keajaiban

Oleh Sus Woyo


Hujan rintik-rintik tiba-tiba mengguyur kawasan kampus di kota saya. Saya bergegas masuk ke sebuah warung bubur langganan para mahasiswa di depan fakultas teknik sebuah PTN. Di sudut warung tersebut, seorang lelaki berkumis sedang begitu santai menikmati segelas kopi dan sebatang rokok kretek. Saya duduk tak begitu jauh darinya.

Ketika hujan mulai lebat, laki-laki itu memarkir sepeda untanya lebih dekat ke warung tersebut, agar tumpukan kardus dan kantong semen tidak basah. Setelah sebelumnya dengan amat sopan dia meminta izin kepada si pemilik warung bubur.

Ia memperkenalkan dirinya kepada saya sebagai seorang pemulung, dan di samping menjadi tukang pemungut barang-barang bekas, ia kadang juga memanfaatkan sedikit keahliannya sebagai seorang pemijat. Ia bercerita panjang lebar tentang sejarah hidupnya.

“Mas, ” katanya kepada saya. “Beberapa waktu lalu, saya ini ditawari suatu pekerjaan dengan gaji sehari empat ratus ribu rupiah, diberi fasilitas motor baru, handphone sekaligus pulsanya sekalian. Tapi saya menolak pekerjaan itu.”

Saya sempat terbelalak mendengar penuturannya. Dengan perasaan yang masih heran, saya mencoba bertanya lagi. “Pekerjaan seperti apakah itu pak, kok begitu menggiurkan dan bapak sendiri menolaknya.”

“Kurir sabu-sabu, ” jawabnya bersemangat. “Lebih baik usus saya nempel di perut karena lapar daripada harus menjadi bagian dari pekerjaan haram. Saya lebih mulia menjadi seorang pemungut kardus dan kantong semen daripada ke empat anak saya makan barang tidak halal.”

Saya makin serius mendengarkan kalimat-kalimat indah yang meluncur dari sosok yang amat sederhana ini. Ia juga bercerita panjang lebar tentang situasi dan kondisi kontemporer. Tak ketinggalan ia juga bicara soal musibah yang seolah tak kan pernah berhenti mengguncang negeri ini.

Sekali-sekali terdengar juga ia mengkritisi tingkah polah manusia pada umumnya. Tak hanya pemimpin, dan kaum cerdik pandai yang ia kritisi, tapi rakyat jelata seperti kamipun tak lepas dari kritikannya.

Ia tampak menyesal sekali ketika melihat di ibukota negara, -yang kata dia- adalah tempat berkumpulnya orang-orang pinter, orang-orang yang gelar akademiknya sampai satu meter, tapi kenapa dalam menangani flu burung saja, mesti unggasnya yang dibantai?

Ia mengajak kami untuk mempelajari hadits Nabi tentang lalat yang beracun. “Ketika lalat itu masuk ke dalam minuman, dan hanya satu sayapnya saja yang tenggelam, maka Nabi memerintahkan agar meneggelamkan sayap yang satunya lagi. Sebab di sayap yang satu itu ada penawar racun.” Ujarnya bersemangat.

“Barangkali, dalam tubuh unggas itu justru ada penawar untuk flu burung.” Tambahnya, sambil menghimbau para pakar kesehatan dan peternakan untuk lebih intensif lagi meneliti tentang hal ini.

“Lantas, ” tanya saya. “Menurut bapak, solusi apakah yang paling tepat untuk mengatasi negri yang makin hari makin parah ini.”

“Tak ada lain Mas, kecuali kita harus cepat-cepat bertaubat kepada-Nya. Kita harus membuka kembali kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada kita.”

Saya hanya tersenyum sambil melihat wajah bersih laki-laki yang seolah begitu nikmat menjalani hidup ini, walaupun hanya berkendaraan sepeda unta yang tua dan pekerjaannya hanya menjadi tukang pungut kardus dan kantong semen.

Saya, pemilik warung bubur yang asli Kuningan, dan seorang mahasiswa yang sedang melahap bubur, terangguk-angguk diberi mata kuliah dari seorang pemulung sederhana itu. Saya sebenarnya ingin lebih lama lagi berbincang dengan dia, sayang waktu makin merambat sore. Saya makin rindu saja dengan sosok sederhana yang ternyata sarat ilmu kehidupan itu.

***

Purwokerto, Feb 2007

sumber: eramuslim.com





Comments on this page:
Comment posted by wow powerleveling( ptrabanyumas.page.tlgmail.com ), 10/26/2013 at 3:07pm (UTC):
This really one of my personal greatest buys ! I could draw this kind of pair with the help of all sorts of things without overdoing the software. We're especially rock-n-roll kind design and style, then i ordinarily take wow powerleveling with 'destroyed' denim jeans & your winter. They are surely ultra fine, only one matter will be the sequins may get slightly damaged in time. However my verizon prepaid phone take a look basically newer & We've used wow powerleveling as a result of rainfall, hail, for an ordinary afternoon when it comes to Atlanta, ga.

Comment posted by wow gold( ptrabanyumas.page.tlgmail.com ), 12/16/2013 at 3:00pm (UTC):
We pass a k-9 just about every day over these and also the actual feet and toes holiday altogether type along with dried out what ever the weather conditions!!Best wishes wow gold!

Comment posted by ugg ???( xzemoggmail.com ), 12/31/2013 at 2:21pm (UTC):
It is no surprise there presently exist many ethnic cuisines involved in the guide for the reason that DC area is very respected ugg to native Washingtonians and travelers alike to obtaining a number of ethnic foods of all kids. Just so happens that ethnic foods which include Pho, Vietnamese, Ethiopian, Korean, and Indian food are not too expensive and supply a sugeng RAWUH TENG WEB LARE MBANYUMASAN>> - mata kuliah dari pemulung glimpse to a rainforest and culture and never having to board a plane.

Comment posted by ugg ???????( tpucevgzgmail.com ), 01/01/2014 at 3:28am (UTC):
The consumer doesn't possess enough time to do search of a tasks, they usually must defer to professional stores and corporations to grant out used ugg ???? camera quotes. It really is a good idea need to these professionals for that value guide, or enable you to reach an economical price in your equipment specifically. Because most of these websites are additionally looking to get those camera gear additionally, they should be done very prepared sugeng RAWUH TENG WEB LARE MBANYUMASAN>> - mata kuliah dari pemulung present you with the most beneficial information available.

Comment posted by ugg ?????????( bhumejvubtkgmail.com ), 01/01/2014 at 12:09pm (UTC):
Designer sunglasses store in Miami supplies the most essential accessory for outdoor, the sugeng RAWUH TENG WEB LARE MBANYUMASAN>> - mata kuliah dari pemulung accessory that protects ugg ?????? eye sight from hazardous sun rays, dust, smoke along with other particles. Among usefulness of designer sunglasses additionally play great role through the look of your mate and therefore are in the position to drastically modify the appearance of someone who tends to buy them.

Comment posted by ??????? ?????( tpucevgzgmail.com ), 01/03/2014 at 8:10am (UTC):
Skirmish is definitely a story with the own. I have not encountered such simplicity (inside positive sense of your message) when deciding on how and just what I wish to play for many years. The menus do understand and also and quite a few in all, functional. The very best of all is this fact sugeng RAWUH TENG WEB LARE MBANYUMASAN>> - mata kuliah dari pemulung doesn mean there are few options; ???? ?? on the other hand you can change up the game to fit your playing really wants to the littlest of details.

Comment posted by ??????? ??( fdnpjodwgmail.com ), 01/07/2014 at 11:41pm (UTC):
Digital ???? ?? cameras consume a lot of power, which is supplied sugeng RAWUH TENG WEB LARE MBANYUMASAN>> - mata kuliah dari pemulung by powerful, small bigger batteries. Batteries are broadly put into two groups, namely, offtheshelf and proprietary. Offtheshelf batteries are exactly like AA, CR2, CRV3, AAA, and RCRV3. They are really lithiumion (LiIon) or Nickel metal hydride (NiMH) batteries. Standard AA nonrechargeable alkaline batteries either don't work or help very very small amount of time practically in cameras.



Add comment to this page:
Your Name:
Your Email address:
Your website URL:
Your message:

Today, there have been 246020 visitors (807170 hits) on this page!
=> Do you also want a homepage for free? Then click here! <=